Sebuah Renungan Hidup
Oleh DS Ollyn Zb
Pernah ada seorang teman yang memberi komentar terhadap segala hal yang dilakukan oleh temannya. Di setiap akhir komentar itu, teman itu selalu mengatakan kalimat pendek ini” ngerti ga?” Sekarang untuk mencoba merasakan situasi yang muncul dari ungkapan pendek itu, silahkan berbicara dengan seorang teman Anda dan akhirilah setiap kalimat Anda dengan “ngerti ga?” di awal kata itu hanya sekedar akhir kalimat tetapi lama kelamaan, kata itu berubah dan membuat situasi kurang enak. Mengapa? Karena kalimat itu secara tidak langsung akan membuat orang yang mendengar Anda seakan tidak mengerti apa-apa. Dan jikalau telah berada pada posisi ‘dianggap’ tidak atau susah mengerti, maka perasaan yang muncul pasti tidak menyenangkan.
Para orang farisi dan ahli-ahli taurat telah membuat brand untuk diri dan kelompok mereka sebagai “yang lebih tau” daripada orang lain. Sesungguhnya memang itu situasi yang benar. Hanya dalam waktu ke waktu anggapan yang lebih tau itu telah membuat mereka tertutup untuk melihat sisi lain, mengerti dari cara orang lain melihat, berbagi sebagaimana orang lain mengharapkan. Sehingga apapun yang ada di pihak yang berseberangan dengan mereka, apalagi yang mengancam keberadaan mereka, akan diusahakan untuk disingkirkan.
